Mengenal Lebih Dekat Tentang Suporter Setia Paris Saint-Germain

Mengenal Lebih Dekat Tentang Suporter Setia Paris Saint-Germain

Mengenal Lebih Dekat Tentang Suporter Setia Paris Saint-Germain – Klub sepak bola Paris Saint-Germain merupakan salah satu tim paling hebat di Perancis. Dalam beberapa tahun terakhir, PSG sukses mempersembahkan berbagai gelar bergengsi hingga tak terbendung. Terlebih saat mereka menghadirkan sejumlah bintang papan atas mulai dari Edinson Cavani, Zlatan Ibrahimovic, Kylian Mbappe, Neymar da Silva hingga terbaru Lionel Messi. Pastinya Les Parisiens tak pernah absen dalam mendapatkan trofi per tahun. Dan kondisi tersebut menjadikan para pendukung klub untuk tetap membentangkan banner kemakmuran di setiap pertandingan.

Para suporter telah mengambil bagian terpenting dalam sejarah klub demi meninggikan status PSG ke arah yang lebih maju. Diketahui bahwa lapisan Les Parrisiens atau pendukung PSG di Kota Paris telah mendukung sepenuhnya tim tersebut dalam bertanding. Menurut catatan, PSG telah mengadopsi 22 % penggemar di wilayah sendiri. Sementara Olympique de Marseille mengambil bagian hingga 20 % dan Olympique Lyonnais mengikuti di urutan ketiga dengan jumlah 14 %. Telah menjadi fakta bahwa lebih dari 35 juta jiwa dari seluruh dunia merupakan pendukung setia PSG. Tercatat bahwa angka tersebut melebihi dari beberapa klub Prancis lainnya.

Parc des Princes merupakan venue kebesaran Paris Saint-Germain dalam melakoni laga kandang. Dimana seluruh sisi stadion tersebut dipadati oleh 4 tribun yang beranggotakan Tribune Boulogne, Tribune Paris, Tribune Auteuil dan Tribune Borelli. Dari semua itu, tercatat bahwa Collectif Ultras Paris (CUP), Supras Auteuil dan Boulogne Boys menjadi suporter paling setia dan terkenal untuk menemani hari – hari pertandingan PSG.

Kelompok Pendukung Kenamaan Dunia

Salah satu pendukung PSG yang masih menjadi pembicaraan publik adalah Kop of Boulogne (KoB). Dimana suporter yang satu ini sempat mengalami hal – hal buruk beberapa tahun silam. Yakni dengan adanya tindak kekerasan hingga terjadinya pertumpahan darah tak berujung terhadap warga lokal dan asing. Diketahui bahwa Kok terlalu ekstrim dalam memberikan dukungan sampai – sampai mereka tidak rela jika tim kesayangannya harus kalah dan tersingkir dari kompetisi paling elit. Sejumlah kepolisian dari berbagai negara pun ikut andil untuk menjamin keamanan dalam sesi pertandingan.

Sementara Collectif Ultras Paris (CUP) juga meru bagian penting yang mendukung pergerakan KoB. Dukungan tersebut hingga kini masih mengalir terhadap popularitas klub. Tak sampai di situ saja, mereka pun berhasil melebarkan sayapnya untuk merekrut beberapa anggota lain dari berbagai negara seperti wilayah Asia hingga Afrika. Dan nyatanya Indonesia menjadi salah satu negara yang mampu mendelegasikan para suporter setia di bawah naungan KoB dan CUP untuk melihat bagaimana laju dan perkembangan tim tersebut menjarah setiap laga penting.

Mengenal Lebih Dekat Tentang Suporter Setia Paris Saint-Germain

Suporter dan Klub Persatuan

KoB dan CUP tidak selalu terlihat buas terhadap para supporter lawan. Akan tetapi mereka telah membentuk persatuan antara suporter lawan untuk kepentingan klub. Diketahui bahwa kelompok pendukung PSG masih bersahabat dengan Liverpool dan Celtic. Terlihat bahwa kedekatan antara mereka seakan – akan tidak dapat dipisahkan. Terutama saat bertandang ke markas Liverpool, sekelompok ultras The Reds selalu membentangkan lagu kebangsaan klub berjudul “You’ll Never Walk Alone”.

Terlebih saat PSG mengalahkan Celtic dalam kejuaraan UEFA Cup Winners, Oktober 1995. Seluruh pendukung tim Skotlandia tersebut memberikan Big Applause terhadap tim dan lapisan suporter The Parisans. Mereka seraya melantunkan slogan “Celtic! Celtic! Celtic!” untuk memberikan dukungan penuh. Berikutnya mereka bertemu di ajang Liga Champions, September 2017. Dimana persatuan antara keduanya masih tetap berjalan dan kerusuhan pun tidak bermunculan. Hingga kini laga antara saat PSG melawan Liverpool dan Celtic berakhir meriah dan sangat tenang.

Permusuhan Antara Pendukung

Di balik semua itu, KoB dan CUP juga tak pernah nyaman saat PSG berhadapan dengan Chelsea, Galatasaray, Anderlecht dan Juventus. Mereka persaingan dan permusuhan antara mereka terus berjalan tegang dan bermula saat Juventus menjamu PSG di European Cup Winners, Oktober 1983. Para hooligan Juventus tak pandang bulu dalam melakukan penyerangan terhadap para Parisans. Hal itu mengawali kisah duka pada pendukung antar tim. Di tahun 1992 pun hal yang sama terjadi sejak PSG menantang Anderlecht, barisan suporter keduanya pun berulah hingga menyebabkan beberapa orang luka – luka dan kematian.

Memasuki tahun 1996, perseteruan antara Chelsea dan PSG mulai memanas lantaran kedua pendukung tim tersebut saling melantunkan aksi rasis tak terduga. Diketahui bahwa pendukung klub Turki tersebut harus menepi lantaran mendapatkan perawatan medis. Lebih dari itu, Desember 2019 juga menjadi bukti atas kisruh PSG dan Galatasaray dalam ajang Liga Champions. Barisan anggota CUP dinilai anarkis pada saat berpapasan dengan suporter Cimbom. Selebihnya permusuhan antara The Parisans dan fans Chelsea bermula pada September 2004 dalam lanjutan Liga Champions. Puncaknya terjadi setelah keduanya bertemu lagi dalam babak 8 Besar Liga Champions musim 2013-2014. Pertempuran masif pun berlangsung hangat dan memerahkan Kota Paris hingga menyebabkan cedera parah antara kedua kubu.

Dedikasi Terhadap Nama Besar Klub

Baik KoB ataupun CUP sama – sama memiliki darah daging yang kuat bahwa PSG merupakan klub besar yang layak diabadikan sebagai tujuan mencari kesuksesan. Di era 2000-an, radikalisme keduanya pun seakan – akan terhenti dengan sendirinya. Bahkan beberapa laga penting saat bertemu dengan tim elit Eropa lainnya, mereka terlihat biasa – biasa saja. Dan mereka pun tak pernah lupa untuk membentangkan banner kejayaan bahwa Paris Saint-Germain tak hanya sekedar klub, tapi masa depan seluruh pendukung setia.